|
Alfa-sipermetrin |
|
|
Kelas Teknologi |
2.5x109CFU/G TK |
|
Perumusan |
2x108CFU/G WP |
|
Umur Simpan |
12 bulan. |
Ikhtisar Inti
Jamur Trichoderma termasuk dalam filum Ascomycota. Koloni mereka biasanya berbulu halus dan awalnya berwarna putih. Setelah menghasilkan spora, warnanya menjadi hijau atau warna lain. Jamur-jamur tersebut bukan merupakan satu spesies tunggal melainkan sebuah genus yang berisi beberapa spesies penting, seperti Trichoderma harzianum, Trichoderma viride, dan Trichoderma clavatum, dll. Mereka adalah musuh alami dari banyak jamur patogen tanaman (terutama jamur patogen tular tanah).

Mekanisme Aksi (Multifungsi dan Parasitisme Kuat)
Mekanisme kerja jamur Trichoderma sangat aktif dan beragam, yang merupakan kunci pengendalian penyakit yang efisien:
Parasitisme yang Kuat
Pengakuan dan Daya Tarik: Jamur Trichoderma dapat merasakan keberadaan hifa jamur patogen dan tumbuh ke arah hifa tersebut.
Pembungkus dan Pelekatan: Hifa jamur Trichoderma akan membungkus erat hifa patogen.
Penetrasi dan Penghancuran: Jamur Trichoderma akan membentuk cabang perlekatan yang mirip dengan "pengisap" dan mengeluarkan enzim pengurai dinding sel-(seperti kitinase, glukanase), menembus dan melarutkan dinding sel patogen, lalu menyerap nutrisinya hingga terbunuh.
Aksi Antagonis
Tindakan Antibiotik: Jamur Trichoderma dapat menghasilkan berbagai metabolit antibakteri, seperti trichodermin, glaucomycin, dan green bacterin, yang secara langsung menghambat atau membunuh jamur patogen.
Tindakan Kompetitif: Mirip dengan bakteri, jamur Trichoderma dapat dengan cepat menempati ruang dan bersaing untuk mendapatkan nutrisi (terutama sumber karbon), sehingga menghambat pertumbuhan jamur patogen.
Induksi Resistensi Sistemik
Kolonisasi jamur Trichoderma dapat mengaktifkan sistem pertahanan tanaman (seperti jalur sinyal asam salisilat dan jasmonat/etilen), memungkinkan tanaman mengembangkan ketahanan sistemik terhadap invasi patogen selanjutnya ke seluruh tanaman.
Mendorong Pertumbuhan dan Perbaikan Tanah
Mendorong Pertumbuhan: Jamur Trichoderma dapat menghasilkan hormon tanaman, mendorong perkecambahan biji, perkembangan akar, dan pertumbuhan tanaman.
Memperbaiki Tanah: Jaringan miseliumnya membantu membentuk agregat tanah dan meningkatkan permeabilitas tanah.
Degradasi Racun: Beberapa strain Trichoderma dapat mendegradasi racun dan-zat beracun yang dihasilkan oleh jamur patogen.
Penyakit Sasaran Utama dan Aplikasinya
Jamur Trichoderma terutama mengendalikan penyakit yang ditularkan melalui tanah-dan beberapa penyakit daun yang disebabkan oleh jamur, dan spektrum pengendalian penyakitnya sangat luas.
Penyakit yang disebabkan oleh Fusarium: seperti penyakit layu, penyakit busuk akar.
Penyakit yang disebabkan oleh Nectria: seperti penyakit redaman{0}}off, penyakit berdiri mendadak.
Penyakit yang disebabkan oleh Phytophthora: seperti penyakit redaman, penyakit busuk akar.
Penyakit yang disebabkan oleh Microdochium : seperti penyakit busuk akar putih.
Penyakit yang disebabkan oleh Phytophthora: seperti penyakit busuk akar Phytophthora, penyakit redaman{0}}off.
Penyakit di atas-tanah: Penyakit ini juga memiliki efek pengendalian tertentu terhadap penyakit jamur abu-abu, penyakit bulai, penyakit embun tepung, dll.
Pengolahan tanah: Irigasi akar, aplikasi parit, pencampuran tanah, adalah metode utama.
Perawatan benih: Menabur campuran atau melapisi.
Budidaya bibit: Dicampurkan ke dalam substrat semai.
Penyemprotan: Digunakan untuk mengendalikan penyakit di-bagian atas tanah.
Perlakuan pengomposan: Penambahan Trichoderma dapat mempercepat proses pengomposan dan menghambat bakteri patogen yang ada di dalamnya.
Fitur Utama
Spektrum-luas dan sangat efektif
Ia memiliki berbagai khasiat melawan berbagai jamur patogen.
01
Serangan aktif
Mekanisme "parasitisme berat" yang dimilikinya memungkinkannya secara aktif mencari dan menghancurkan bakteri patogen, sehingga menghasilkan efek yang lebih bertahan lama dan stabil.
02
Berbagai mekanisme
Menggabungkan parasitisme, antagonisme, persaingan, dan induksi resistensi, sehingga mengurangi kemungkinan berkembangnya resistensi.
03
Mempromosikan pertumbuhan dan perbaikan tanah
Ini juga memiliki efek meningkatkan pertumbuhan tanaman dan memperbaiki struktur tanah.
04
Aman bagi lingkungan
Aman bagi manusia, hewan, burung, lebah, dan sebagian besar organisme bermanfaat.
05
Catatan Penggunaan
Hindari pencampuran dengan fungisida kimia:Sama sekali tidak boleh dicampur dengan fungisida-berspektrum luas, terutama karbendazim, mancozeb, atau tiofanat-metil, atau digunakan secara berurutan dalam waktu singkat. Fungisida ini akan langsung membunuh jamur Trichoderma. Bahan ini dapat dicampur dengan hati-hati dengan beberapa pestisida biologis atau fungisida kimia-yang rendah racunnya, namun perlu diuji terlebih dahulu.
Gunakan terlebih dahulu:Sebagai fungisida preventif, fungisida ini harus digunakan sebelum atau pada tahap awal timbulnya penyakit untuk memberikan waktu bagi terbentuknya populasi Trichoderma yang dominan.
Ciptakan lingkungan yang sesuai:Jamur Trichoderma lebih menyukai tanah yang hangat, lembab, kaya-organik, sedikit asam hingga netral. Saat mengaplikasikan, hindari suhu tinggi dan cahaya yang kuat.
Perhatikan kompatibilitas produk:Jika dicampur dengan agen mikroba lain (seperti Bacillus), kompatibilitasnya perlu dipahami untuk menghindari saling menghambat.
Persyaratan teknis untuk digunakan:
o Kelembapan tanah dijaga pada 60% atau lebih, suhu tanah > 15 derajat ;
o Tidak dapat digunakan dengan sediaan tembaga atau fungisida dalam waktu < 7 hari satu sama lain.
Penyimpanan dan transportasi:Di tempat sejuk dan kering (Kurang dari atau sama dengan 25 derajat), tertutup rapat, terlindung dari kelembapan dan suhu tinggi.
Umur simpan:12 bulan.
Tag populer: basil trichoderma, produsen, pemasok, pabrik trichoderma bacillus Cina
